Pemogokan karyawan freeport

Selesaikan Masalah dengan Mekanisme Hubungan Industrial

Kompas.com - 01/11/2011, 23:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi diminta tidak boleh masuk terlalu jauh dalam sengketa industrial, terkait kasus mogoknya ribuan buruh PT Freeport Indonesia menuntut perbaikan kesejahteraan.

Polisi bahkan cenderung dinilai bias, jika terlibat dalam sengketa hubungan industrial antara buruh dengan PT Freeport, karena perusahaan tambang emas asal Amerika Serikat ini memberi jutaan dollar kepada polisi sebagai bantuan uang keamanan.

"Konflik di Freeport, aparat keamanan tidak boleh terlalu jauh masuk dalam sengketa industrial, apalagi mengedepan kekerasan. Itu harus diselesaikandalam mekanisme hubungan industrial," kata Direktur Setara Institute, Hendardi, di Jakarta, Selasa (01/11/2011).

Menurut Hendardi, keterlibatan polisi dalam menangani sengketa perburuhan di PT Freeport terlihat sangat bias. Bias polisi ikut terlibat sengketa perburuhan di Freeport, karena perusahaan pertambangan ini memberi uang kepada mereka.

"Polisi ternyata terima duit pula. Padahal tidak dibenarkan polisi menerima dana di luar anggaran yang sudah ditetapkan," katanya.

Penyanyi asal Papua, Edo Kondologit, juga mengritik tindakan polisi yang lebih membela kepentingan PT Freeport dibandingkan dengan buruh yang mayoritas orang Papua. Edo yang tiga hari lalu mengunjungi Timika mengatakan, rakyat Papua tak butuh aparat keamanan.

"Yang dibutuhkan rakyat Papua adalah rasa aman sebagai warga negara untuk bekerja dengan baik, tenang. Pergi melakukan kegiatan ekonomi sosial dan budaya tanpa rasa takut. Itu yang dijamin oleh negara. Kalau negara tak bisa dijamin, terus negara ini mau ngapain. Polisi kita itu jangan jadi satpam Freeport. Polisi itu alat negara yang digaji uang rakyat, untuk melindungi uang rakyat," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau